Jasamarga

Longsor Banjarnegara, 18 Orang Tewas, 100 Orang Masih Hilang

Kompas.com - 13/12/2014, 16:35 WIB

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan berdasarkan informasi dari Kepala Desa Sampang, jumlah warga yang tertimbun longsor sekitar 100 orang.

"18 orang telah ditemukan (meninggal dunia)," katanya, Sabtu (13/12/2014).

Menurut dia, data tersebut sangat membantu dalam proses pencarian korban jika Kades Sampang dapat memastikan nama-nama korban. Dengan demikian, lanjut Ganjar, masa tanggap darurat dapat ditutup sampai seluruh korban dapat ditemukan.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

Ganjar mengatakan diperkirakan tidak seluruh korban adalah warga Dusun Jemblung. Namun demikian, dia menekankan pentingnya upaya untuk segera menyelamatkan warga.

Selanjutnya, lanjut Ganjar, barulah dilakukan upaya membuka jalan Banjarnegara-Karangkobar yang tertutup longsor di Dusun Jemblung.

"Alat berat, satu persatu kita dorong terus kemudian kita pikirkan penanganan setelah itu. Suka tidak suka, mau tidak mau, harus kita buka dulu," katanya.

Baca juga: Penemuan Mengkhawatirkan di Dasar Lubang Biru Raksasa Belize

Menurut Ganjar, TNI Angkatan Darat sudah siap membantu dengan menerjunkan personel Zeni Tempur (Zipur) agar penanganan material longsoran dapat lebih cepat dilakukan. Dia juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi bencana longsor untuk tetap waspada karena cuaca masih memungkinkan terjadinya pergerakan tanah.

"Kalau hujan lebat, mengungsi dulu," ungkapnya.

Ganggu pasokan BBM

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo ,mengakui bahwa bencana tanah longsor di Dusun Jemblung menganggu pasokan bahan bakar minyak ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Karangkobar.

Baca juga: Prabowo Minta Airlangga Bersurat ke AS Sebelum 9 April soal Tarif Trump, Pemerintah Akan Undang Asosiasi

"Oleh karena itu, pasokan BBM dilakukan secara estafet menggunakan jeriken terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional di sini," katanya.

Terkait warga luar Desa Sampang yang diperkirakan turut menjadi korban longsor Dusun Jemblung karena sedang melintas saat bencana itu terjadi, dia mengimbau para kepala desa untuk mendata dan menginformasikan ke BPBD jika ada warganya yang diduga menjadi korban bencana itu.

Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung terjadi pada hari Jumat (12/12), sekitar pukul 17.30 WIB. Sekitar 40 rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga tertimbun longsor.

Jumlah warga Dusun Jemblung RT 05 RW 01 yang tertimpa longsor diperkirakan sekitar 100 orang, sedangkan warga lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Selain itu, sejumlah mobil yang sedang melintas di jalan Karangkobar-Banjarnegara turut tertimpa longsor. Berdasarkan pendataan sementara, jumlah pengungsi bencana longsor Dusun Jemblung mencapai 577 jiwa yang tersebar di 10 pos pengungsian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang


komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau