Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fuad terduga teroris yang tewas ditembak dikenal alim oleh keluarga

Fuad terduga teroris yang tewas ditembak dikenal alim oleh keluarga Penangkapan teroris di Kediri. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Suyadi (52) orangtua Fuad alias Jaka alias Roni (30) terduga teroris yang tewas dalam operasi penyergapan Tim Densus 88 Mabes Polri di Dusun Nglarangan Desa Krenceng Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, tidak yakin Fuad terlibat dalam berbagai aksi teror.

Ditemui di belakang rumahnya, Suyadi menjelaskan Fuad setelah pulang dari Bima, karakternya sudah berubah 360 derajat. Dia banyak membantu orang tuanya bertani di rumah.

"Dulu dia memang nakal, pernah membunuh. Tapi setelah dari Bima, NTB dia menjadi khusyuk, salatnya rajin dan tidak pernah keluar rumah. Keluar rumah paling-paling membantu kami di sawah," kata Suyadi, Jumat (16/1).

Pada peristiwa penggerebekan Densus 88 sendiri, menurut Suyadi, anaknya baru pulang dari membantunya menanam jagung. "Setelah dari sawah dia pulang duluan, terus saya susul. Kemudian dia masuk rumah dari pintu belakang, dan keluar lagi membawa uang Rp 50.000 untuk membelikan jajan anaknya. Saat itulah dia disergap oleh Densus 88 hingga akhirnya ia tewas tertembak, bahkan ketika saya hendak menolong saya dilarang," tambah Suyadi.

Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Sulimah (16) adik perempuan Fuad. "Kakak saya ilmu agamanya menjadi bagus setelah dari pesantren di Bima. Bahkan pernah memberi petuah kepada saya dengan menggunakan dalil, terkait foto yang memang dilarang oleh agama," kata Sulimah.

Ditambahkan Sulimah, yang dia tahu kakaknya tersebut di Bima bukan menjadi teroris, tetapi bekerja di perusahaan tahu. "Dia ke sana bekerja dan tidak berbuat hal yang aneh-aneh. Makanya kami sekeluarga kaget ketika Densus 88 membunuh kakak saya," terang Sulimah. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP